Rabu, 13 April 2011

Minhatul Mugist

A. Pembagian Ilmu Hadis
1. Ilmu Hadist Dirayah.
2. Ilmu Hadist Riwayah.
Tiap-tiap dari dua ilmu hadis tersebut memiliki dasar-dasar yank harus di ketahui dan di kuasai, agar orang yang memulai mempelajarinya, benar-benar mengerti. Marilah kita mulai menguraikannya.

B. Pokok-pokok Ilmu Hadis Dirayah
Batasan ilmu hadist dirayah yang lebih dikenal dengan ilmu MUSTHOLAH HADIS adalah suatu disiplin ilmu pengetahuan untuk mengetahui hal ihwal sanad dan meteri hadis, cara cara penerimaan dan penyampaian hadist, serta sifat-sifat para perawi dan lain-lainya.
Objek ilmu hadis dirayah adalah sanad dan matan, sehubungan dengan kesahihan, hasan dan dhaifnya.
Buah atau faedah ilmu hadis dirayah adalah dapat mengetahui hadis yang sahih.
Penyusun pertama ilmu hadis dirayah ialah Al-Qadhi Abu Muhammad Al-Hasan bin Abdur Rahman Ar-Rammahurmuz. Beliau memberi judul karya tulisanya itu dengan Al-Muhaddits Al-Fashil.
Nama disiplin ilmu pengetahuan ini adalah ilmu Hadis Dirayah, di sebut juga dengan ilmu Mustholah Hadis.
Pengambilah ilmu hadis dirayah adalah dari hasil penelitian terhadap perilaku dan keadaan para perawi hadis.
Hukum mempelajari ilmu hadis dirayah adalah fardu ain bagi orang yang sendirian dalam mempelajari dan fardu kifayah, apabila jumlah orang yang mempelajarinya banyak.
Perbandingan ilmu hadis dirayah dengan ilmu lainnya, jelas berbeda jauh.
Keunggulan ilmu hadis dirayah jelas. Ia merupakah ilmu pengetahuan yang paling mulia. Sebab, dengan ilmu pengetahuan ini, hadis yang harus di terima dan yang harus di tolak dapat diketahui.
Persoalan ilmu hadis dirayah adalah persoakan yang berkaitan dengan ucapan: Setiap hadis yang sahih itu dapat digunakan sebagai bukti atau dalil.

C. Pokok-pokok Ilmu Hadis Riwayah
Batasan ilmu Hadis Riwayah adalah suatu disiplin ilmu pengetahuan untuk mengetahui cara-cara pengutipan segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw, baik berupa perkataan, pebuatan, ikrar (pengakuan) maupun sifat.
Objek ilmu hadis riwayat adalah pribadi Nabi Muhammad saw, yakni sesuatu yang khusus berkaitan dengan beliau.
Buah atau faedah ilmu hadis riwayat adalah untuk menghindari kesalahan mengutip terhadap hal-hal yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw.
Perintis pertama ilmu hadis riwayah adalah Imam Muhammdad bin Syihab Az-Zuhri, pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, atas intruksi beliau sesudah Nabi Muhammad saw, wafat. Nama ilmu tersebut adalah Ilmu Hadis Riwayah.
 Pengambilan ilmu hadis riwayah adalah dari perkataan, perbuatan dan ikrar atau pengakuan-pengakuan Nabi Muhammad saw.
Hukum mempelajari ilmu hadis dirayah adalah fardu ain jika tidak ada orang yang mempelajari dan fardu kifayah, apabila jumlah orang yang mempelajarinya banyak.
Kedudukan ilmu hadis riwayat termasuk ilmu pengetahuan yang paling mulia. Sebab, dengan ilmu pengetahuan ini dapat diketahui cara-cara mengikuti man mematuhi Nabi Muhammad saw.
Persoalan ilmu hadis riwayah itu bersifat juz-iyyah(partial) , seperti ucapanmu: Nabi Muhammad saw. Bersabda:
"Orang Islam (muslim) itu ialah orang yang dapat membuat orang-orang lain merasa tidak pernah terganggu atau disakiti oleh ucapan atau perbuatan."
Sesungguhnya sebagain sabda Nabi saw. Tersebut, yang kamu ucapkan itu menjadi ini kekuatan perkataanmu. Sebagian sabda Nabi saw. Adalah : Orang Islam ialah orang yang bisa menjaga. . . . ."

[diambil dari terjemah Ilmu Mustholah Hadis] 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar